<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d23639906\x26blogName\x3dTHROUGHTS+BECOME+THINGS\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dBLUE\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttp://blogjokosusanto.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3din\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://blogjokosusanto.blogspot.com/\x26vt\x3d-2196957938478043455', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

Good Corporate Governance

Adalah perusahaan sekaliber Enron (perusahaan telekomunikasi terbesar kedua di AS) yang berusaha memanipulasi data laporan perusahaannya hanya demi selalu berpenampilan sehat. “Perfor­mance yang sehat” ala menajemen Enron telah berhasil meningkatkan penjualan sahamnya di bursa efek Wall Street, AS. Namun apa sesungguhna yang terjadi? Manajemen Enron bebenapa kali membuat laporan keuangan yang tidak sesuai dengan kenyataan alias bohong dan tidak jujur. Anehnya, perilaku perusahaan yang buruk itu diikuti juga oleh banyak perusahaan lain. Bagaimana mungkin perusahaan yang mengalami kerugian namun bisa dinyatakan untung? Manajemen Enron rupanya benbohong pada publik. Dengan bensekongkol bersama akuntan publiknya Enron berhasil mengecoh publik dengan membuat laporan yang direkayasa benar. Akibat dari kasus ini, Enron dinyatakan pailit dan bangkrut dengan kerugian ratusan triliun, dan kurun berikutnya terjadi gelombang ketidakpercayaan public pada perusahaan Enron dan juga kepada banyak perusahaan lain yang suka memanipulasi data yang sebenarnya.

Apa yang terjadi kemudian? Guncanglah dunia dengan kejadian yang memalukan itu. Atas kejadian itu dan kejadian- ­kejadian dengan modus yang serupa di berbagai Negara maka kemudian lahirlah gagasan Good Corporate Governance. Kasus Enron akhirnya menjadi pembelajaran bagi semua pelaku bisnis dunia,bahwa sesungguhnya pengelolaan bisnis yang baik dan benar memang diperlukan i’tikad yang baik dan benar dari para pelakunya.

Apakah sesungguhnya Good Corporate Governance itu? Bila diterjemahkan secara awam bisa diartikan antara lain dengan istilah Mengurus Perusahaan Secara Baik. Bagaimana mengurus penusahaan secara baik? Di sinilah GCG mengajarkan prinsip- prinsipnya, yaitu:

1. Transparansi
Yaitu mengelola perusahaan secara transparan dengan semua stake holders (orang-orang yang terlibat langsung maupun tidak langsung dengan aktifitas perusahaan). Di sini para pengelola perusahaan harus berbuat secara transparan kepada penanam saham, jujur apa adanya dalam membuat laporan usaha, tidak manipulatif. Keterbukaan informasi dalam proses pengambilan keputusan dan pengungkapan infomasi yang diangap penting dan relevan.

2. Accountability
Yaitu kejelasan fungsi, struktur, sistem dan pertanggungjawaban dalam perusahaan, sehingga pengelolaan perusahaan dapat terlaksana secara efektif dan efisien. Manajemen harus membuat job description yang jelas kepada semua karyawan dan menegaskan fungsi-fungsi dasar setiap bagian. Dari sini perusahaan akan menjadi jelas hak dan kewajibannya, fungsi dan tanggung jawabnya serta kewenangannya dalam setiap kebijakan perusahaan.

3. Responsibility
Yaitu menyadari bahwa ada bagian- bagian perusahaan yang membawa dampak pada lingkungan dan masyarakat pada umumnya. Di sini perusahaan harus memperhatikan amdal, keamanan lingkungan, dan kesesuaian diri dengan norma-norma yang berlaku di masyarakat setempat. Perusahaan harus apresiatif dan proaktif terhadap setiap gejolak sosial masyarakat dan setiap yang berkembang di masyarakat.

4. lndependensi
Yaitu berjalan tegak dengan bergandengan bersama masyarakat. Perusahaan harus memiliki otonominya secara penuh sehingga pengambilan- pengambilan keputusan dilakukan dengan pertimbangan otoritas yang ada secara penuh. Perusahaan harus berjalan dengan menguntungkan supaya bisa memelihara keberlangsungan bisnisnya, namun demikian bukan keuntungan yang tanpa melihat orang lain yang juga harus untung. Semuanya harus untung dan tidak ada satupun yang dirugikan.

5. Fairness
Yaitu semacam kesetaraan atau perlakuan yang adil didalam memenuhi hak dan kewajibannya terhadap stake holder yang timbul berdasarkan perjanjian dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Label:



Free Web Site Counter
Photobucket


Masukan alamat email anda untuk berlangganan artikel yang ada di blog ini:

Di dukung oleh FeedBurner

GUNAKAN HP ANDA UNTUK BERBISNIS


Photobucket

Copy dan paste kode di atas kedalam blog kamu

Powered by Blogger
make money online blogger templates

" HUBUNGI SAYA "